Jumat, 13 November 2009

KOTA MALANG



Sejarah

Wilayah cekungan Malang telah sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.[1] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas pondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[1][2]
Nama "Malang" berasal dari Candi Malang Kucecwara, sebuah candi yang terletak di kaki Gunung Buring, di timur kota Malang. Candi tersebut dibangun pada abad ke-15.
Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya Ijen Boullevard dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.
Pada tahun 1879, di kota Malang mulai beroperasi kereta api dan sejak itu kota Malang berkembang dengan pesatnya. Berbagai kebutuhan masyarakat pun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
Sejalan perkembangan tersebut di atas, urbanisasi terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan perumahan meningkat di luar kemampuan pemerintah, sementara tingkat ekonomi urbanis sangat terbatas, yang selanjutnya akan berakibat timbulnya perumahan-perumahan liar yang pada umumnya berkembang di sekitar daerah perdagangan, di sepanjang jalur hijau, sekitar sungai, rel kereta api dan lahan-lahan yang dianggap tidak bertuan. Selang beberapa lama kemudian daerah itu menjadi perkampungan, dan degradasi kualitas lingkungan hidup mulai terjadi dengan segala dampak bawaannya. Gejala-gejala itu cenderung terus meningkat, dan sulit dibayangkan apa yang terjadi seandainya masalah itu diabaikan.

Walikota Malang

Masa Penjajahan Hindia Belanda:
  • 1919-1929 H.I. Bussemaker
  • 1929-1933 Ir. E.A. Voorneman
  • 1933-1936 Ir. P.K.W. Lakeman
  • 1936-1942 J.H. Boerstra
Masa Penjajahan Jepang:
  • 1942-1942 Raden Adipati Ario Sam
  • 1942-1945 Mr. Soewarso Tirtowidjojo
Masa Kemerdekaan:
  • 1945-1958 M. Sardjono Wiryohardjono
  • 1958-1966 Koesno Soeroatmodjo
  • 1966-1968 Kol. M. Ng Soedarto
  • 1968-1973 Kol. R. Indra Soedarmadji
  • 1973-1983 Brigjen TNI-AD Soegiyono
  • 1983-1983 Drs. Soeprapto
  • 1983-1988 dr. H. Tom Uripan Nitihardjo
  • 1988-1998 H. M Soesamto
  • 1998-2003 Kol. H. Suyitno
  • 2003-2008 Drs. Peni Suparto
  • 2008-sekarang Drs. Peni Suparto

Pembagian administratif

Kota Malang terdiri atas 5 kecamatan, yaitu:

Demografi

Gereja Tua peninggalan Belanda di kota Malang
Jumlah penduduk Kota Malang 768.000 (2003), dengan tingkat pertumbuhan 3,9% per tahun.
Sebagian besar adalah suku Jawa, serta sejumlah suku-suku minoritas seperti Madura, Arab, dan Tionghoa.
Agama mayoritas adalah Islam, diikuti dengan Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak zaman kolonial antara lain Masjid Jami (Masjid Agung), Gereja Hati Kudus Yesus, Gereja Kathedral Ijen (Santa Maria Bunda Karmel), Klenteng di Kota Lama serta Candi Badut di Kecamatan Sukun dan Pura di puncak Buring. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan dengan banyaknya Pesantren, yang terkenal ialah Ponpes Al Hikam pimpinan KH. Hasyim Muhsyadi, dan juga adanya pusat pendidikan Nasrani berupa Seminari Alkitab yang sudah terkenal di seluruh Nusantara.
Bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran adalah bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Kalangan minoritas Suku Madura menuturkan Bahasa Madura.
Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan, yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalam, bakso menjadi oskab, dan contoh lain seperti saya bangga arema menang-ayas bangga arema nganem. Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.

Pendidikan

Perguruan Tinggi

Malang juga dikenal sebagai Kota Pendidikan, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama. Perguruan tinggi negeri termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang (d/h IKIP Malang), Universitas Islam Negeri Malang, Akademi Penyuluh Pertanian (APP), Politeknik Negeri Malang (POLINEMA), Politeknik Kesehatan Malang, serta terdapat cabang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Politeknik Kota Malang (Poltekom).
Beberapa perguruan tinggi swasta terkemuka diantaranya: Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka, Universitas Gajayana, Universitas Islam Malang,Sekolah Tinggi Informatika & Komputer Indonesia, Universitas Kanjuruhan, Universitas Wisnu Wardhana, STIE Malangkucecwara, Perguruan Tinggi ASIA, Universitas Widyagama, Institut Teknologi Nasional, STIBA Malang, Universitas Machung dan lain sebagainya. Sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa berasal dari luar Malang yang kemudian menetap di Malang, terutama dari wilayah Indonesia Timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Selain perguruan tinggi, ada beberapa sekolah menengah atas yang namanya sudah terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, dipelopori oleh SMA Negeri 3 Malang, selanjutnya diikuti oleh SMA Negeri 1, 4, 5, 10 Malang dan SMA Katolik St. Albertus Malang (SMA Dempo). Sedangkan SMA Swasta lainnya yang cukup bergengsi di Kota Malang antara lain SMAK Kolese Santo Yusup (Hwa Ind), SMAK Santa Maria (SMA Langsep) dan sebagainya.

Budaya

Kekayaan etnis dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisional yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah Wayang Topeng Malangan (Topeng Malang), namun kini semakin terkikis oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan tiga budaya (Jawa Tengahan, Madura, dan Tengger). Hal tersebut terjadi karena Malang memiliki tiga sub-kultur, yaitu sub-kultur budaya Jawa Tengahan yang hidup di lereng gunung Kawi, sub-kultur Madura di lereng gunung Arjuna, dan sub-kultur Tengger sisa budaya Majapahit di lereng gunung Bromo-Semeru. Etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA) serta menjunjung tinggi kebersamaan dan setia kepada malang.
Di kota Malang juga terdapat tempat yang merupakan sarana apresiasi budaya Jawa Timur yaitu Taman Krida Budaya Jawa Timur, di tempat ini sering ditampilkan aneka budaya khas Jawa Timur seperti Ludruk, Ketoprak, Wayang Orang, Wayang Kulit, Reog, Kuda Lumping, Sendra tari, saat ini bertambah kesenian baru yang kian berkembang pesat di kota Malang yaitu kesenian "BANTENGAN" kesenian ini merupakan hasil dari kreatifitas masyarakat asli malang, sejak dahulu sebenarnya kesenian ini sudah dikenal oleh masyarakat malang namun baru sekaranglah "BANTENGAN" lebih dikenal oleh masyarakat tidak hanya masyarakat lokal namun juga luar daerah bahkan mancanegara. Khusus di Malang sering diadakan pergelaran bantengan hampir setiap perayaan hari besar baik keagamaan maupun peringatan hari kemerdekaan. Hal ini sangat perlu mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat. Belajar pada pengalaman - pengalaman yang sebelumnya agar tidak diakui oleh pihak - pihak yang kurang bertanggung jawab seperti Reog Ponorogo yang telah diakui oleh negara lain maka patutlah kita melegalkan dimata dunia bahwa ini adalah murni kesenian INDONESIA

Media

Televisi

Stasiun TV Lokal
Stasiun TV Nasional

Radio

Media Cetak

Transportasi

Transportasi Udara

Bandara Kota Malang yang dikenal dengan Bandara Abdul Rachman Saleh mulai berkembang sejak Lumpur Lapindo menghambat perjalanan dari Malang ke Bandara Juanda, Surabaya. Sebelumnya bandara ini adalah bandara militer yang sesekali digunakan untuk event-event tertentu, seperti balap mobil drag race yang memerlukan lintasan yang panjang. Saat ini ada 5 penerbangan Malang-Jakarta (vice versa) setiap hari dilayani oleh Sriwijaya Air (2 penerbangan), Batavia Air (1 penerbangan) dan Garuda Indonesia (2 penerbangan).

Trasportasi Darat

Kota Malang dilalui Jalur kereta api Surabaya - Malang - Blitar - Kediri - Kertosono. Kereta api harian kelas ekonomi (Penataran)melayani jalur Surabaya - Malang, Malang - Kediri juga terdapat kereta api Gajayana (eksekutif) Malang - Jakarta serta Matarmaja (ekonomi) juga dengan jurusan yang sama. Selain itu juga ada kereta api Malang Express (bisnis) jurusan Malang-Surabaya Untuk Jalur bus, Terminal Arjosari melayani rute ke seluruh jurusan kota-kota utama di pulau Jawa, Bali, NTB dan Sumatera baik kelas ekonomi maupun eksekutif. Terminal Gadang melayani rute Malang - Lumajang, Malang - Blitar- Tulungagung-Trenggalek, sedangkan terminal Landungsari melayani rute Malang - Kediri, Malang - Jombang dan Malang - Tuban

Julukan

  • Paris of East Java, karena kondisi alamnya yang indah, iklimnya yang sejuk dan kotanya yg bersih, bagaikan kota "Paris"-nya Jawa Timur.
  • Kota Pesiar, kondisi alam yang elok dan menawan, bersih, sejuk, tenang dan fasilitas wisata yang memadai merupakan ciri-ciri sebuah kota tempat berlibur.
  • Kota Peristirahatan, suasana kota yang damai sangat sesuai untuk beristirahat, teruatam bagi orang luar kota Malang, baik sebagai turis maupun dalam rangka mengunjungi keluarga.
  • Kota Pendidikan Internasional, situasi kota yang tenang, penduduknya ramah, harga makanan yang relatif murah dan fasilitas pendidikan yang memadai sangat cocok untuk belajar/menempuh pendidikan. Sedikitnya ada lima universitas negeri yang berdiri di Malang: Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Kesehatan Malang dan puluhan atau mungkin ratusan PTS.
  • Kota Militer, terpilih sebagai Kota Kesatrian. Di kota Malang ini didirikan tempat pelatihan militer, asrama dan mess perwira di sekitar lapangan Rampal, dan pada zaman Jepang dibangun lapangan terbang "Sundeng" di kawasan Perumnas sekarang, selain itu juga ada pabrik amunisi, senjata & kendaraan tempur, Pindad, di Turen, Kabupaten Malang .
  • Kota Sejarah, sebagai kota yang menyimpan misteri embrio tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar seperti Tumapel, Kanjuruhan, Singosari, Kediri (Dhoho), Mojopahit, Demak dan Mataram. Di kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik bahkan kota Malang tercatat masuk nominasi akan dijadikan Ibukota Negara Republik Indonesia.
  • Kota Bunga, cita-cita yang merebak di hati setiap warga kota senantiasa menyemarakkan sudut kota dan tiap jengkal tanah warga dengan warna-warni bunga.
  • Kota Olahraga, Banyak lahir bibit-bibit olahragawan yang berasal dari malang, yang paling terkenal dengan olah raga sepak bolanya terbukti dengan berdirinya 2 team sepak bola seperti Persema dan Arema yang mempunyai prestasi cukup baik di tingkat regional dan nasional,di tambah lagi supporter yang sangat fanatik dan atraktif Ngalamania serta Aremania.
  • Kota Apel, mempunyai produksi apel yang melimpah berpusat di wilayah Kota Batu dan Poncokusumo sehingga banyak di ekspor ke dalam dan luar negeri. Disana apel diolah menjadi bermacam-macam makanan maupun minuman, Contohnya Sari apel, Keripik Apel, Manisan dll.
  • Kota Susu, mempunyai produksi susu skala nasional dan internasional yang produksinya terletak di wilayah Pujon Kabupaten Malang. Susu yang didapatkan berasal dari sapi luar negeri sehingga susu yang diperoleh mempunyai kualitas bagus.
  • Kota Dingin, karena memiliki letak geografis yang dikelilingi pegunungan, a.l. Gunung Arjuno_Welirang, Gunung Kawi-Panderman, Gunung Bromo-Semeru.
  • Kota Pelajar, karena malang memiliki banyak universitas negeri ataupun swsta yang cukup terkenal sehingga banyak orang dari luar pulau yang pindah ke Malang untuk mencari pendidikan yang lebih baik dari kota lain.
  • Kota Makanan, Di malang banyak sekali jenis makanan yang enak-enak sekaligus sangat murah harganya. Contahnya: bakso kota, bakso bakar,bakso keju, bakso urat, bakso president, lalapan, cilok, nasi pecel, nasi jagung dll.

Pusat Rekreasi

  • Araya Golf & Family Club (Araya)
  • Tarekot (Taman Rekreasi Kota), terletak di belakang kantor Walikota/ Balai kota
  • Museum Brawijaya, terletak di boulevard Ijen
  • Alun-Alun Kota, terletak di depan Masjid Jami' Kota Malang
  • Alun-Alun Tugu, terletak di depan Balai Kota Malang
  • Taman Rekreasi Senaputra
  • Hutan kota di Oro-oro Dowo
  • Taman Wisata Tlogomas
  • Taman rekreasi Sengkaling
  • Taman rekreasi kota
  • Pasar minggu yang terletak di jalan semeru
  • Stadion Gajayana terletak di jalan Semeru
  • Taman rekreasi water park/wendit
  • Taman Wisata Kebun Teh terletak di Singosari
  • Taman rekreasi Selecta terletak di Batu
  • Taman Jatim Park terletak di Batu
  • Taman Rekreasi Coban Rondo
  • Lembah Dieng swimming pool
  • Taman wisata Balekambang
  • wisata laut tamban & sendang biru yg terletak di malang bagian selatan.

Pusat Pebelanjaan

  • Malang Empty Street Store/Souvenir Khas Malang
  • Mal Olimpic Garden, terletak di jalan Kawi
  • Malang Town Square, terletak di jalan Veteran
  • Plasa Araya, terletak di Boulevard Pondok Blimbing Indah
  • Dieng Plasa, terletak di jalan Dieng
  • Sarinah, terletak di jalan Basuki Rahmad
  • Malang Plasa, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Gadjah Mada Plasa, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • Mitra I Dept. Store, terletak di jalan KH. Agus Salim
  • mitra II Dept. Store, jalan Letjen Sutoyo
  • Carefour Express, terletak di Jalan A. Yani
  • Hypermart, terletak di jalan Veteran
  • Giant, terletak di jalan Kawi
  • Matahari Dept. Store di pasar besar
  • Ramayana yg terletak di sebelah BI




Hotel dan Cafe

  • Taman Indie River View Resto(Araya)
  • Tugu Park
  • Santika Hotel
  • Gadjah Mada Hotel
  • Montana Hotel
  • Taman Regent
  • Kartika Graha
  • Splendiid Inn
  • Pelangi Hotel
  • Trio Indah
  • Hugos Cafe
  • Bale Barong
  • The Flame
  • Hotel megawati
  • Vivace Family Karaoke Resto n Cafe
  • Coffe time
  • Toko Oen
  • D'Liv Cafe and Resto

Kuliner Khas

  • Bakso campur Khas Kota Malang
  • Bakso Bakar
  • Bakso keju
  • Cwie Mie Malang
  • Nasi Madura (nasi bhuk)
  • Rawon Khas Malang
  • Soto Ayam Lombok
  • Tempe dan Kripik Tempe Sanan
  • Tahu Sukun
  • segala macam kripik buah
  • Nasi pecel
  • Rujak cingur

Klub/Tim Olahraga

Putera daerah

Selasa, 10 November 2009

kerana cinta

untuk itu aku hidup
karena itu kita hidup
dan hanya itu yang membuat kita hidup
pernahkah kita merasa kehilangan seseorang,
seseorang yang berarti dalam hidup kita?
mungkin penuh dengan kesedihan
kekesalan
kemarahan
penyesalan
tapi, pernahkah kita merasa menyesal
saat kita membohongi yang mencintai kita
yang mencintai kita dengan tulus
tanpa ada pamrih
tanpa pernah mengharap imbalan apapun
tanpa memaksa kita
tahukah engkau siapa Dia ?
Dialah Allah Azza Wajalla
yang tak pernah mengeluh tentang kita
tak pernah mengharapkan apapun dari kita
Dia yang penuh dengan kasih sayang
mendidik kita
dengan penuh cinta Ia memberikan segala nikmatnya
kerana cinta pula Ia menguji kita
apakah kita tulus mencintai-Nya?
apakah kita tulus membutuhkan-Nya?
apakah kita tulus menyayangi-Nya?